Penggunaan DVR yang baik

Dalam rangka menerangkan cara menggunakan Dvr yang baik sebenarnya DVR memang diperuntukan untuk memantau dan merekam kamera cctv 24 jam  maka jangan memilih HDD yang sembarangan harus berkonsultasi dengan ahli CCTV di kota anda bila ingin cepat bisa hubungi kami Jaka Digital untuk DVR anda harus memasang Hardisk yang diperuntukan DVR CCTV.
Permasalahan pada DVR
Seperti diketahui bersama, DVR menggunaan hard disk sebagai media penyimpanan video yang umumnya dioperasikan selama 24 jam non-stop. Recording sendiri pada intinya adalah proses menulis ke dalam hard disk, sehingga bisa dibayangkan betapa seringnya jarum hard disk bergerak dari satu sector ke sector lainnya. Proses ini berlangsung terus-menerus selama recording berjalan. Dampaknya adalah terjadi penumpukan panas yang berlebihan pada hard disk (overheat). Di sisi lain, kebanyakan standalone DVR belum memiliki kehandalan yang setara dengan PC dalam hal management penyimpanan data.
Pada PC penyimpanan data diatur secara rapi oleh Sistem Operasi yang dipakai (misalnya Windows, Linux dan lainnya) melalui apa yang dinamakan dengan File Allocation Table (FAT). Sedangkan pengaturan data pada standalone DVR ini tidaklah secermat PC. Dampak dari kelemahan ini adalah data rekaman menjadi rentan terhadap fragmentasi (datanya bercerai berai). Overheat dan Fragmentasi diduga kuat sebagai 2 penyebab utama dari masalah yang sering muncul selama pemakaian DVR. Adapun masalah yang sering dikeluhkan customer adalah:
  • DVR suka me-restart sendiri. 
  • DVR tidak bisa dioperasikan (tombol-tombol macet).
  • Rekaman pada tanggal tertentu hilang / tidak bisa diputar ulang (playback). 
  • Gambar membeku saat playback. 
  • Gambar hilang (blank), baik saat Live maupun Playback. 
Pencegahan
  1. Biasakanlah menghitung kapasitas hard disk dan kebutuhan waktu perekaman Langkah ini jarang dilakukan, padahal sangat penting. Perkiraan bisa dimulai dari kapasitas hard disk yang ditawarkan atau berdasarkan kebutuhan rekaman customer, misalnya 1 minggu atau 1 bulan. Gunakan utility Space Calculation dari CNB atau program lain yang sejenis. Contoh: DVR Standalone SDF-1212 4 Channel dengan kapasitas hard disk terpasang 250GB akan dioperasikan penuh pada mode Continuous (24 jam) dengan resolusi 360x288, quality High dan frame rate 25 fps. Maka berdasarkan data di atas, kita bisa memperkirakan kapan waktu rekaman habis, yaitu hanya 5.8 hari saja (kurang dari satu minggu).
  2. Biasakan mencatat waktu awal rekaman ataupun saat memulai rekaman baru Inipun jarang dilakukan, padahal cukup mudah. Tinggal menulis tanggal dan jam di atas kertas, kemudian simpan di atas DVR sebagai pengingat. 
  3. Sebaiknya pilihan Overwrite dibuat OFF Tips ini terdengar aneh sekaligus merepotkan, tetapi tidak ada salahnya jika diterapkan. Argumentasinya, jika pilihan ini dibuat ON, DVR akan kesulitan dalam menentukan track awal pada saat memulai rekaman baru, karena track-track tadi sudah berisi data. Akibatnya terjadilah fragmentasi yang akan berujung pada timbulnya masalah. 
  4. Segera lakukan proses backup saat ada peristiwa penting Hal ini dimaksudkan agar momen penting yang tersimpan lama di hard disk dapat diselamatkan pada saat DVR macet. 
  5. Formatlah hard disk sebelum melakukan rekaman baru Jika sibuk, usahakan menunjuk orang lain yang bisa melakukan hal itu. Pastikan peristiwa yang penting sudah di-backup. 
  6. Khusus untuk DVR PC Base, manfaatkanlah fungsi Auto Reboot Hal ini akan membuat resource pada PC menjadi fresh kembali. 
Kesimpulan Pada intinya DVR tidak bisa dibiarkan bekerja tanpa pengawasan dan pengontrolan. DVR apapun merk dan kualitasnya, perlu ditinjau secara berkala sesuai dengan lamanya waktu hard disk habis. Jika ditetapkan 1 minggu, maka “luangkanlah waktu” untuk melihat isi rekaman dalam minggu yang sama. Setiap kali ada momen penting, segeralah lakukan backup. Jika tidak ada, lakukanlah format ulang hard disk sebelum memulai rekaman yang baru. Jika sibuk bisa menghubungi kami untuk melakukan pengawasan dan sercice cctv anda.